Banyak jemaah yang terkesima dengan suara azan yang dikumandangkan Ahmad Basri. Suaranya itu pula yang menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi jemaah salat berjemaah di masjid dekat dengan Taman Nasional Alas Purwo tersebut.
Menurut takmir masjid, sebagai muazin, Pak Mad tak pernah meninggalkan tugasnya dalam salat lima waktu, kecuali bila mengalami sakit. Bahkan, kesehariannya banyak dihabiskan di masjid.
“Kami bersama perangkat desa juga pernah berupaya membawanya ke rumah sakit untuk pengobatan, dengan biaya masjid. Namun, penyakitnya tidak bisa disembuhkan dengan operasi,” kata takmir masjid, Abal Mustofa.
Dengan kondisi penglihatan yang hilangnya tersebut, Pak Mad ingin istiqamah di masjid. Sementara untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, Siti Halimah yang harus banting tulang bekerja sebagai buruh tani, dibantu oleh ketiga anaknya.