MOJOKERTO, iNews.id - Ratusan petani cabai di Desa Pucuk, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto ramai-ramai memborong motor hingga perhiasan. Beberapa di antara mereka bahkan sukses membeli mobil, hewan ternak serta merenovasi rumah.
Aksi borong barang berharga ini mereka lakukan menyusul harga cabai yang cukup tinggi sejak dua bulan terakhir. Ratusan petani cabai kaya mendadak, setelah harga cabai menembus Rp120.000 per kilogram.
"Alhamdulilah sejak harga cabai mahal perekonomian warga meningkat. Banyak dibelikan barang-barang berharga. Setahu saya ada puluhan sekitar 30 sampai 50 motor. Paling banyak jenis motor matic dan ada juga beli mobil," kata Kepala Desa Pucuk Nanang Sudarmawan, Senin (29/3/2021).
Nanang mengatakan, di Desa Pucuk, hampir 95 persen dari total sekitar 1.100 KK (kepala keluarga) merupakan petani cabai. Ratusan warga itu tersebar di lima dusun, yaitu Dusun Wotgaru, Dusun Pucuk,Dusun Brejel Lor, Dusun Brejel Kidul, Dusun Kwarigan.
"Mereka membeli puluhan motor dan mobil secara kontan dari hasil keuntungan panen cabai. Sebab, harga cabai selangit tembus Rp90.000 hingga Rp95.000 per kilogram di tingkat tengkulak," ujarnya.