Berduka atas Meninggalnya Perawat, Khofifah: Semoga Almarhumah dan Janinnya Syahid

Ihya Ulumuddin
Postingan Gubernur Khofifah atas meninggalnya perawat akibat Covid-19. (Foto: Instagram)

SURABAYA, iNews.id - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya perawat RS Royal Ari Puspitasari. Ucapan duka ini disampaikan Khofifah melalui akun instagram pribadinya @khofifah.ip, lengkap dengan foto mendiang Ari.

"Innalillahi wa innailaihi rojiun. Kembali pahlawan medis Jawa Timur berpulang. Atas nama pribadi dan Pemprov Jawa Timur, saya ucapkan duka cita mendalam dan terimakasih yang sebesar-besarnya atas pengabdian dan pengorbanan almarhumah Ari Puspita S.kep, NS,” tulis Khofifah.

Di postingan tersebut, Khofifah juga mendoakan agar almarhumah dan janin yang dikandungnya mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT. Dia mendoakan mereka berdua meninggal dalam kondisi syahid, atas perjuangannya menjaga dan merawat pasien Covid-19.

“Doa terbaik kami, semoga almarhumah dan janin yang dikandungnya syahid dan diganjar oleh Alloh SWT dengan surga. Pun, semoga Alloh memberi ketabahan dan keikhlasan bagi keluarga besar yang ditinggalkan. Aamiin,” kata Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

Atas gugurnya perawat ini, Khofifah berharap masyarakat semakin meningkatkan kedisiplinan dalam mencegah penyebaran Covid-19, salah satunya dengan selalu menerapkan protokol kesehatan di manapun berada. Menurut Khofifah, protokol itu penting untuk ikut membantu para pejuang medis dalam merawat pasien Covid-19.

“Almarhumah merupakan salah satu Kartini masa kini di tengah pandemi Covid-19. Jadi mohon jangan sia-siakan pengorbanannya. Mari kita ikut menjaga kesehatan kita dengan disiplin mencegah penyebaran Covid-19,” katanya.

Diketahui Ari Puspitasari meninggal dunia, Senin (18/5/2020). Ari meninggal dunia bersama janin empat bulan yang dikandungnya. Berdasarkan keterangan menajamen RS Royal, Ari berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) virus corona.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jambret iPhone WNA Jerman di Kota Lama Surabaya, Kedua Kaki Pemuda Ini Ditembak

57 tahun lalu

Tradisi Toron Idul Adha, Ribuan Warga Madura Padati Jembatan Suramadu Surabaya

57 tahun lalu

WNA India Ditemukan Tewas di Ruang Detensi Imigrasi Surabaya jelang Deportasi

57 tahun lalu

Remaja di Lampung Rekrut 2 Anak Jadi Terapis Plus-Plus di Surabaya, Diimingi Gaji Besar

57 tahun lalu

Kebakaran Gedung PPJT RSUD Dr Soetomo Surabaya Tewaskan Pasien, Asap Pekat dari Lantai 5

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal