SAMPANG, iNews.id - Ahmad Budi Cahyono, guru SMA Negeri 1 Torjun Sampang, Madura, yang tewas setelah dianiaya muridnya sendiri, dikenal sebagai pribadi yang baik dan menyenangkan. Murid-muridnya mengenang sosok almarhum sebagai guru yang periang dan banyak disukai para murid. Tak ayal, kematian korban pun meninggalkan duka yang mendalam di hati orang-orang yang mengenalnya, terutama murid-muridnya.
Jumat siang, sejumlah murid almarhum dari SMA Negeri 2 Sampang, melayat ke pusara guru favorit itu di pemakaman keluarga di Jalan Jaksa Agung Suprapto, Kota Sampang. Selain di SMA 1 Torjun, almarhum juga tercatat mengajar di SMA Negeri 2 Sampang.
Raut wajah sedih para murid tak dapat disembunyikan lagi kala mengenang pribadi yang menyenangkan lagi ramah dari sosok Budi Cahyono. Para murid merasa sangat kehilangan dengan meninggalnya Budi. Isak tangis pun pecah saat mereka berdoa bersama di makam sang guru.
“Kalau Pak Budi di SMA 2 itu orangnya memang baik. Dia juga dikenal akrab dengan murid-muridnya. Kami selaku alumni merasa berat, kehilangan sosok guru seperti Pak Budi. Kami berharap peristiwa ini menjadi pelajaran buat para murid agar tidak mencontoh perilaku seperti ini,” ujar salah seorang mantan murid Budi yang hadir di makam almarhum, Jumat (2/2/2018).
Selain oleh para muridnya, almarhum juga dikenang sebagai pribadi yang baik oleh kerabat dan rekan-rekan yang mengenalnya. Saat hendak dimakamkan tadi malam, isak tangis terus mengiringi perjalanan Budi dari kamar jenazah RSUD dr Soetomo. Tak ada yang menyangka, sosok yang dikenal ceria itu pergi untuk selamanya begitu cepat.