SURABAYA, iNews.id - Puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) pada 21 Oktober akan diisi dengan Istigasah Kubro. Agenda ini sengaja dipilih menyusul berbagai musibah di negeri ini. Dari mulai gempa di Lombok, gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, serta gempa terbaru di Sumenep dan Situbondo Jawa Timur.
"Beberapa waktu lalu sejumlah kiai sepuh berkumpul di Surabaya. Membahas berbagai persoalan bangsa. Dari situlah kami diperintahkan menggelar Istigasah Kubro. Berdoa untuk keselamatan bangsa," kata Katib Syuriyah PWNU Jawa Timur KH Syafruddin Syarif, Kamis (11/10/2018).
Syafrudin menjelaskan, ada berbagai kegelisahan yang dirasakan oleh para ulama sepuh terkait kondisi bangsa saat ini. Dari mulai bencana, perang ideologi hingga perpecahan antarkelompok. Ini perlu upaya spiritual untuk penyelamatan.
"Maka perlu digelar istigasah untuk memohon keselamatan pada Allah. Jika tidak dilakukan, 2019 Indonesia akan tenggelam. Kita berkeyakinan tidak akan mampu mengubah takdir kecuali dengan doa. Apalagi menurut para ilmuan cincin api di bawah kita sedang bergerak," katanya.
Ketua Panitia HSN 2018, Reza Ahmad Zahid (Gus Reza) mengatakan, Istigasah Kubro pada 21 Oktober nanti akan digelar di Gor Delta Sidoarjo. Selain karena representatif, tahun lalu stadion milik Sidoarjo ini juga digunakan untuk acara yang sama.