Penemu alat Virus Killer Device, dr. Helmi Jakfar mengatakan, sebenarnya penyebaran virus lebih banyak di ruang tertutup lewat dropplets. Karena di ruang terbuka virus mudah mati jika terkena sinar matahari.
“Ndak perlu satu hari, sepuluh menit saja sudah mati,” katanya.
Cara kerja alat ini, menyedot udara dalam ruangan dan disaring dengan ultraviolet berkekuatan 800 mikro joel. Setelah itu diberi alkaline untuk memastikan mematikan virus.
"Dikotak itu cuma butuh waktu 0,2 detik untuk bunuh virus. Sebetulnya sederhana tapi tak banyak terpikirkan,” kata Helmi.
Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak mengapresi inovasi pembuatan alat pembunuh virus ini. Tentunya setiap inovasi di bidang medis akan melalui proses sebelum dipakai untuk keperluan medis.
“Tetapi kita sangat bangga ada masyarakat Jatim yang punya minat untuk melihat potensi untuk menanggulangi pandemi Covid-19. Bagaimana alat ini bermanfaat, ini yang akan dilihat,” katanya.