“Yang rusak berat, yang rumahnya sedang dibangun, ada namanya dana tunggu hunian. Satu kepala keluarga (dapat) Rp500.000 per bulan, itu bisa digunakan untuk sewa rumah,” ucapnya.
Dalam rapat itu dia juga mengungkap situasi saat ini cukup sulit untuk memprediksi potensi adanya gempa. Sebab saat ini masih adanya gempa susulan di Jawa Timur.
"Gempa merupakan bencana yang tidak bisa diprediksi, negara-negara maju terkait teknologi bencana itu pun sampai tahun 2024 belum bisa mendeteksi kapan terjadinya gempa," ujar Suharyanto.
Dia menjelaskan, pascagempa melanda, sejumlah pemerintah daerah langsung mengeluarkan status darurat bencana gempa. Kata dia, penetapan status darurat ini agar pemerintah pusat turun membantu penanganan.
"Yang terdampak yang mengeluarkan status darurat Lamongan, Gresik dan Surabaya," katanya.