Bantah Penganiayaan Santri Sistemik, Pesantren Gontor: Kami Tak Pernah Ajarkan Kekerasan

Ahmad Subekhi
Juru Bicara Ponpes Darussalam Gontor Noor Syahid. (Foto: iNews.id/Ahmad Subekhi).

PONOROGO, iNews.id - Pondok Pesantren Darussalam Gontor mengaku penganiayaan santri terjadi karena persoalan internal antarsantri, bukan bagian dari sistem pembelajaran pesantren (sistemik). Karena itu, mereka menolak bila pesantren dianggap bersalah, apalagi sampai berujung sanksi pembubaran lembaga. 

Juru Bicara Ponpes Darussalam Gontor Noor Syahid mengatakan, selama ini pesantren melarang adanya kekerasan terhadap santri, baik ferbal maupun fisik. Karenanya, pihaknya pun akan memberikan sanksi kepada santri bila melanggar aturan itu. 

"Kalau nyatanya secara pribadi berbuat salah ya kita berlakukan juga disiplin dan hukuman. Tapi kalau dianggap sistemik dan dikaitkan dengan pembubuaran lembaga, itu kami tolak. Itu sama halnya ada korupsi tapi yang dibubarkan lembaganya. itu tidak bisa begitu," katanya, Rabu (14/9/2022). 

Noor Syahid memastikan selama ini pesantren Gontor tidak pernah mengajarkan kekerasan kepada santri. Bahkan, lembaga juga tidak memberi toleransi bila ada santri yang melanggar.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
4 jam lalu

Janda Lansia di Lampung Selatan Ditemukan Tewas Bersimbah Darah dalam Rumah

11 hari lalu

Kasus 4 Santri Terbakar di Lombok Tengah NTB, 2 Orang Ditetapkan Tersangka

12 hari lalu

LPA Mataram Buka Suara soal Santri Korban Pembakaran Dicegat Temui Densu di Jakarta

12 hari lalu

Viral Santri Korban Pembakaran di Lombok Tengah Dicegat Temui Densu di Jakarta

14 hari lalu

Tragedi Santri Tewas Dibakar Senior di Lombok Tengah, Polisi Segera Tetapkan Tersangka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal