“Penyebabnya adalah di drainase yang jelas kami bersama Dinas PUPR, PMI hingga DLH terus berupaya memperbaiki drainase dan sampah-sampah serta sedimen yang menyumbat,” katanya.
Selain itu, kata Alie, di tingkat bawah juga digencarkan Gerakan Angkut Sampah dan Sedimen (GASS) baik itu di tingkat kecamatan maupun kelurahan. Gerakan ini adalah untuk membersihkan drainase maupun sungai agar bebas dari sampah.
“Saya berpesan agar jangan membuang sampah sembarangan. Kita semua juga harus menjaga lingkungan berkaitan dengan genangan air. Apalagi kalau mereka tahu di wilayahnya sering terjadi banjir,” ujarnya.
Apalagi kata Alie berdasarkan informasi yang ia terima dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa cuaca buruk berupa hujan deras masih akan berlangsung.
“Ini masih bagian dari fenomena La Nina, berdasarkan laporan BMKG (fenomena) ini akan terjadi sampai akhir Maret hingga awal April 2021 nanti,” katanya.