"Berdasarkan pemetaan yang paling darurat, dimulai dari Desa Jono, Kecamatan Cerme, berlanjut ke Desa Tambakberas, kemudian ke Desa Morowudi,jelasnya.
Selain normalisasi sungai dan memperkuat tanggul, BPBD Jatim sudah melakukan penanganan lain diantaranya membuka posko kesehatan di setiap puskesmas dan puskesmas pembantu wilayah kecamatan yang terdampak banjir.
"Disamping itu juga melakukan evakuasi warga di wilayah terdampak banjir dan membuka dapur umum serta pemberian bantuan paket sembako dan makanan siap saji," katanya.