Bahasa Jawa Ngoko-Krama, Strategi Mataram Islam Langgengkan Kekuasaan

Solichan Arif
Ilustrasi Kerajaan Mataram Islam. (istimewa).

Yang dicapai bukan hanya kejayaan politik, melainkan juga kejayaan kebudayaan. Sebelum era Mataram Islam, yakni terutama pada masa Sultan Agung, bahasa Jawa belum mengenal tata bahasa.

Bahasa yang dipakai rakyat Jawa tidak terstrata. Kelas-kelas sosial yang ada, yakni di dalamnya termasuk kaum kromo dan priyayi, memakai bahasa yang setara.

Alat komunikasi yang digunakan adalah bahasa Jawa kuno, yakni percampuran antara bahasa pribumi dengan bahasa sansekerta, yang dalam perkembangannya kemudian lahir kata-kata Kawi.

Situasi etimologis itu dipengaruhi oleh tradisi Hindu yang merupakan peninggalan masa Kerajaan Majapahit.

Dengan bahasa Jawa ngoko-krama, penguasa Mataram berusaha menanamkan pengaruhnya melalui jalan kebudayaan. Adanya jarak sosial sebagai hasil dari eksistensi bahasa Jawa ngoko-krama bertujuan untuk mengembangkan kekuasaan.

Jarak sosial akan memudahkan Mataram melakukan konsolidasi terkait dengan kedudukannya. Sebab tata bahasa ngoko-krama juga menjadi norma pergaulan di masyarakat.

Editor : Ihya Ulumuddin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Contoh Teks MC Pernikahan Islami Bahasa Jawa, Singkat dan Elegan

57 tahun lalu

5 Lagu Bahasa Madura Viral, Unik dan Menghibur

57 tahun lalu

7 Contoh Pidato Perpisahan Kelas 6 Bahasa Jawa, Berkesan!

57 tahun lalu

Khutbah Jumat Bahasa Jawa Akhir Ramadhan, Bisa Jadi Referensi!

57 tahun lalu

5 Kultum Bahasa Jawa tentang Bersyukur, Menarik dan Penuh Inspirasi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal