Wilayah Kerajaan Kediri adalah bagian selatan Kerajaan Kahuripan. Tak banyak yang diketahui peristiwa di masa-masa awal Kerajaan Kediri. Konon saat itu, Raja Kameswara menikah dengan Dewi Kirana, putri Kerajaan Jenggala. Dengan demikian akhirnya Jenggala kembali dipersatukan dengan Kediri.
Nama Kediri akhirnya menjadi kerajaan yang cukup kuat di Jawa. Pada masa ini ditulis dalam Kitab Kakawin Smaradahana yang dikenal dalam kesusastraan Jawa dengan cerita Panji. Sedangkan asal usul nama Kediri disebut berasal dari kata kedi, yang artinya mandul atau wanita yang tidak berdatang bulan.
Menurut kamus Jawa kuno Wojo Wasita, kedi berarti orang kebiri bidan atau dukun. Dalam lakon Wayang Sang Arjuno, pernah menyamar menjadi guru tari di negara Wirata, bernama Kedi Wrakantolo.
Bila dihubungkan dengan nama tokoh Dewi Kilisuci yang bertapa di Gua Selomangleng, maka kedi berarti suci atau wadad. Selain itu kata Kediri berasal dari kata diri yang berarti adeg, angdhiri, menghadiri, atau menjadi raja, pada bahasa Jawa Jumenengan.
Nama Kediri banyak terdapat pada kesusastraan kuno yang berbahasa Jawa kuno. Kitab-kitab seperti Kitab Samaradana, Pararaton, Negarakertagama, Kitab Calon Arang, mengisahkan nama mengenai Kediri.