Asal Mula Bahasa Walikan Malang, Sandi Khusus Para Pejuang Semasa Agresi Militer Belanda

Avirista Midaada
Tentara gerilyawan di Malang gunakan bahasa walikan untuk sandi komunikasi (istimewa)

Hal ini untuk menghindari spionase dan kebocoran informasi oleh para pengkhianat ini. Apalagi para spionase ini kendati warga Jawa dan Indonesia, tak mengerti arti bahasa walikan yang digunakan sehari-hari berkomunikasi warga Malang asli.

"Para spionasenya Belanda, itu kan kegiatan spionase untuk melihat gerak-gerik perlawanan orang Malang itu gimana. Perjalanan pergerakan TRIP bagaimana, pergerakan brigadenya Imam Sujai bagaimana, mereka orang-orang kita yang ditelusupkan untuk masuk informasi itu," ucap pria yang pernah menjabat Sekretaris Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Malang.

Dari sanalah diakui Agung, masyarakat Malang mulai menggunakan bahasa walikan khas Malang sebagai bahasa sandi dengan sesama orang Malang. Bahasa komunikasi ini untuk menghindari adanya penyadapan dan pembocoran informasi dari para orang Indonesia, yang turut menjadi spionase Belanda.

"(Bahasa walikan) digunakan sebagai alat komunikasi perjuangan orang Malang sendiri, orang Malang sendiri berkomunikasi dengan orang Malang yang berada di luar garis demarkasi atau garis batas. Garis batasnya contohnya Kedungkandang, Kedungkandang Bululawang ke sana miliknya Republik Indonesia sini (di Kota Malang milik) Belanda, (daerah) Sumbersari itu perbatasan, Singosari itu perbatasan, di perbatasan-perbatasan itulah bahasa walikan dipergunakan," paparnya.

Dari sekian pasukan pejuang yang kerap memberikan perlawanan kepada Belanda. Sosok pasukan Hamid Rusdi, yang kerap menggunakan bahasa walikan sebagai bahasa walikan untuk sandi memuluskan perjuangan mengusir Belanda dan sekutunya dari Malang.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Biografi Husein Mutahar: Pencipta Lagu Hari Merdeka dan Bapak Paskibraka Keturunan Rasulullah

57 tahun lalu

Kisah Mistis di Balik Batalnya Pemindahan Jasad Pahlawan di TMP Kalijahe Malang

57 tahun lalu

Penampakan Rumah Bersejarah Serangan Umum 1 Maret, Kondisinya Memprihatinkan

57 tahun lalu

Kisah Taman Makam Pahlawan Tanpa Nama di Batujajar KBB, Bukti Kekejaman KNIL

57 tahun lalu

Sosok Djulaeha Karmita, Tenaga Medis Perempuan di Balik Perang Cimahi 4 Hari 4 Malam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal