Khofifah mengatakan, perubahan status zona di lima kabupaten/kota tersebut menjadi bukti Program Kampung Tangguh berhasil menurunkan kurva penularan Covid-19. Faktor pendorong utama yakni keterlibatan penuh masyarakat berbasis RT-RT yang kemudian direkatkan ditingkatan RW.
"Sehingga rentang kendalinya atau spent of control-nya sangat bergantung kepada Dandim dan Kapolres sampai dengan Babinsa dan Babinkabtibmas setempat," ucapnya.
Lebih lanjut, Khofifah meminta kepada seluruh jajaran TNI/Polri di Jatim untuk terus memperkuat dan memperluas kampung tangguh melalui maksimalisasi dari koordinasi, konsolidasi dan sinergitas di lini paling bawah.
“Pak Pangdam dan Pak Kapolda sangat cepat mendirikan dan mengembangkan Kampung Tangguh di Jatim. Menurut data yang disampaikan Pak Kapolda, saat ini telah berdiri 637 Kampung Tangguh di Jatim. Hasilnya menunjukkan ada signifikansi terhadap penurunan Covid-19," katanya.
"Ini sekaligus menjadi bagian dari penguatan yang tidak sekadar memasuki transisi, tetapi untuk mengawal ketika pada saatnya kita memasuki new normal yang sebenarnya. Maka mengawal dari kedisiplinan Kampung Tangguh ini menjadi bagian yang sangat penting,” ujar Khofifah.