Ansor Jatim: Banser Menyelamatkan Kalimat Tauhid, Tak Perlu Minta Maaf

Ihya Ulumuddin
Mukhtar Bagus
Ketua GP Ansor Jawa Timur Solahul 'Am Notobuwono (Gus Aam). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

Menurut ajaran Islam, menyelamatkan tulisan suci dari penyelesaian atau penyimpangan dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama adalah dengan menyimpannya menggunakan air.

"Jika tidak bisa, maka cara kedua itu dengan membakarnya. Toh saat pembakaran, dilakukan dengan cara dipegang, tidak diatur di tanah," ucapnya.

Gus Aam menilai bahwa Banser tidak perlu meminta maaf. Penyebab tindakan itu muncul dalam rangka penyelamatan bukan pelecehan.

Diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta Ansor mau pun menghukum Banser meminta maaf secara terbuka kepada seluruh umat Islam. Desakan itu disampaikan MUI atas diterbitkannya bendera bertuliskan kalimat tauhid oleh oknum anggota Banser di Garut, Jawa Barat (Jabar).

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Antisipasi Aksi Massa di Jombang, Personel TNI dan Banser Dikerahkan

57 tahun lalu

Sunhaji Penjual Es Teh yang Viral Diolok-olok Gus Miftah Diangkat Jadi Anggota Banser

57 tahun lalu

Ansor-Banser dan Pagar Nusa Gelar Apel Kesetiaan di Bali, Tak terkait Muktamar PKB

57 tahun lalu

Kiai NU Diserang, 1.000 Anggota Banser Akan Dikerahkan ke Karawang bila Pelaku Tak Ditangkap

57 tahun lalu

Pengeroyok Kiai NU-Banser Belum Tertangkap, Banser Ultimatum Polres Karawang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal