Ansor Jatim: Banser Menyelamatkan Kalimat Tauhid, Tak Perlu Minta Maaf

Ihya Ulumuddin
Mukhtar Bagus
Ketua GP Ansor Jawa Timur Solahul 'Am Notobuwono (Gus Aam). (Foto: iNews/Mukhtar Bagus)

JOMBANG, iNews.id - Desakan berbagai tempat agar GP Ansor meminta maaf atas penerbitan bendera bertuliskan kalimat tauhid ditanggapi santai para petinggi Ansor. Lebih baik, lebih baik daripada yang diharapkan.

Ketua GP Ansor Jawa Timur Solahul 'Am Notobuwono (Gus Aam) mengatakan, tindakan oknum anggota Banser dengan melepaskan bendera bukan untuk melecehkan. Namun sebaliknya menyelamatkan kalimat tauhid.

"Tindakan pembakaraan itu benar. Maka banser tidak perlu meminta maaf," kata Gus Aam di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras, Rabu (24/10/2018).


Gus Aam menjelaskan, tindakan Banser dilakukan karena ingin menyelamatkan kalimat tauhid dari penggunaan yang tidak semestinya oleh kelompok tertentu dan terlarang.

"Jika tidak dibakar, tulisan kalimat tauhid yang dikhawatirkan akan menjadi sampah yang akan membuat umat Islam mengosauinya berdosa," katanya.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Antisipasi Aksi Massa di Jombang, Personel TNI dan Banser Dikerahkan

57 tahun lalu

Sunhaji Penjual Es Teh yang Viral Diolok-olok Gus Miftah Diangkat Jadi Anggota Banser

57 tahun lalu

Ansor-Banser dan Pagar Nusa Gelar Apel Kesetiaan di Bali, Tak terkait Muktamar PKB

57 tahun lalu

Kiai NU Diserang, 1.000 Anggota Banser Akan Dikerahkan ke Karawang bila Pelaku Tak Ditangkap

57 tahun lalu

Pengeroyok Kiai NU-Banser Belum Tertangkap, Banser Ultimatum Polres Karawang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal