Abdul Muhari juga menambahkan bahwa masyarakat diberikan edukasi mengenai pentingnya konstruksi rumah tahan cuaca ekstrem. Upaya ini bertujuan mengurangi risiko kerusakan akibat angin kencang di masa mendatang. Hingga hari ini, BPBD Jombang masih melakukan pembersihan area terdampak.
Sementara itu, banjir melanda Kabupaten Pasuruan pada Selasa, 2 Desember 2025 pukul 19.00 WIB. Banjir terjadi setelah hujan deras selama dua jam membuat Daerah Aliran Sungai (DAS) Welang meluap. Desa Tambakrejo di Kecamatan Kraton menjadi lokasi terparah.
“Banjir menyebabkan 60 unit rumah terdampak. Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Pasuruan segera melakukan kaji cepat dan berkoordinasi untuk penanganan lanjutan,” kata Abdul Muhari.
Sebanyak 60 kepala keluarga kini terdata sebagai warga terdampak. Tim TRC BPBD Pasuruan bersama relawan dan perangkat desa kemudian melakukan pembersihan dan pemulihan. Kondisi wilayah mulai membaik setelah banjir surut dan tindakan darurat diambil dalam waktu cepat.
BNPB meminta seluruh masyarakat Jatim dan daerah lainnya waspada terhadap potensi cuaca ekstrem. Intensitas hujan tinggi diprediksi masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. Upaya mitigasi serta kesiapsiagaan rumah tangga diharapkan mampu menekan dampak bencana.
Peristiwa bencana hidrometeorologi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi musim penghujan. Koordinasi cepat antarinstansi terbukti membantu mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.