"Total kerugian akibat banjir ini ditaksir lebih dari Rp35 miliar," katanya.
Untuk mengatasi banjir ini, pihaknya terus mengoptimalkan pompa air untuk memompa air dari Bengawan Njero menuju Bengawan Solo. Optimalisasi pompa dilakukan seiring dengan masih tingginya curah hujan agar banjir bisa segera surut.
"Banjir di Bengawan Njero ini akibat curah hujan beberapa hari terakhir yang cukup merata, sehingga membuat waduk dan rawa debit airnya penuh. Di Waduk Gondang misalnya, luapannya sudah setinggi 28 cm," katanya.