Akademisi UB Sebut Ketiadaan Regulasi Bikin Hacker Leluasa Beroperasi di Indonesia 

Avirista Midaada
Ketiadaan regulasi hukum yang kuat diyakini menjadi penyebab hacker leluasa beroperasi di Indonesia. (Foto: Ilustrasi/Ist)

"Yang saya pahami masyarakat bisa komplain ke penyedia layanannya. Kalau sampai datanya bocor, tapi kalau selama belum ada aturan yang mengatur itu ya kita nggak bisa ngapa-ngapain, cuma bisa komplain saja, tapi nggak bisa dalam artian mereka nggak ada konsekuensi hukum," terangnya.

Hal ini yang diakui Herman membuat sistem perlindungan siber di Indonesia terasa kurang maksimal. Maka tak heran data pribadi pengguna berhasil diretas oleh hacker.

"(Aplikasi dan website) kelihatannya yang dikelola pemerintah relatif lebih mudah dibobol, itu nggak cuman di kominfo tapi juga punyanya Brawijaya jebol juga," tukasnya.

Sebagai informasi, sejumlah data pribadi pejabat negara diretas oleh hacker yang mengaku sebagai Bjorka. Data pribadi itu lantas disebarluaskan dan diunggah di sosial media.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Mahfud MD: Bjorka Tidak Ada Apa-Apanya, Dia Hanya Ngarang Terus Disebar

57 tahun lalu

Pemuda Banten Ini Pernah Bobol Situs NASA, Begini Kesibukannya sekarang

57 tahun lalu

Hacker Ini Pernah Bobol Situs Departemen Pertahanan AS pada 2016, Bagaimana Kabarnya?

57 tahun lalu

Cerita Tersangka Bjorka MAH sebelum Ditangkap, Didatangi 2 Orang dan HP Dibawa 

57 tahun lalu

Mengaku Bersalah, Tersangka Bjorka MAH Minta Maaf pada Pemerintah dan Polisi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal