Warga sekitar mengaku jarang melihat aktivitas terduga teroris yang diamankan Densus 88. Sebab selama tinggal menyewa rumah, mereka jarang berinteraksi dan tergolong tertutup.
"Selama ini (aktivitas ketiganya) tidak tahu, tertutup orangnya. (Kerja apa) Nggak tahu, ngontrak di sini, yang punya (rumah) orang Jakarta," kata Ketua RT setempat Yulianto.
Bahkan kata Yulianto, penampilan mereka yang diamankan oleh Densus 88 Mabes Polri agak berbeda. Yang perempuan mengenakan cadar dan laki-laki berjenggot panjang.
"(Penampilannya) Berjenggot panjang yang suaminya, istri pakai cadar. Tiga orang, satu anaknya," katanya.
Ketua RT Yulianto mengatakan, awalnya diminta salah satu anggota Densus 88 Mabes Polri yang menyamar untuk mengantarkan ke rumah terduga teroris untuk kepentingan identifikasi sasaran target. Kemudian dia diminta untuk memancing bagaimana bisa bertemu dengan terduga teroris yang selama ini dikenal tertutup dari aktivitas sosial warga.