Laga perdana pascatragedi menewaskan 135 orang di Stadion Kanjuruhan, Malang, memang tak seramai biasanya. Padahal laga Derby Jawa Timur, antara Arema FC melawan Persik biasanya selalu ramai di musim-musim sebelumnya.
Panpel sudah mengalokasikan 10.000 tiket yang dijual ke suporter Aremania saja, tanpa kehadiran Persikmania, suporter Persik Kediri. Dari jumlah tersebut hanya terjual 2.850 tiket yang masuk atau tidak ada setengahnya.
Justru ada ratusan Aremania yang tidak masuk ke dalam stadion dengan berbagai alasan, salah satunya belum mendaftarkan diri di aplikasi, tak memiliki identitas pembelian tiket, hingga masih ada yang nekat mencari penjualan tiket di hari H pertandingan di stadion, padahal hal itu sudah tidak diberlakukan lagi.
Kekalahan telak 0-3 tampaknya membuat Aremania jengah. Seusai pertandingan ada ratusan suporter Aremania yang melakukan aksi protes tepat di depan pintu masuk barat di luar pagar. Mereka protes sambil mengeluarkan kata-kata tak etis, termasuk ada beberapa yang menghujat.
Momen itu tepat saat mobil rombongan Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto, masih ada dalam pagar area ring 1 untuk persiapan keluar. Sementara untuk pemain Arema FC dan Persik masih dalam stadion, bahkan kedua tim masih sama-sama melakukan konferensi pers kurang lebih ada 30 menit.