Menurut Mulyani, saat peristiwa itu terjadi, terdengar suara roboh dan banyak warga yang berteriak histeris.
"Saya lihat keluar ternyata teras, atap rumah sama plafon saya rusak tertimpa atap yang terbang itu," tuturnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan mengatakan, masih melakukan pendataan terkait dampak kerusakan akibat hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang tersebut.
"Sejumlah rumah rusak akibat hujan deras disertai angin kencang yang terjadi kurang lebih pukul 14.24 WIB," kata Sadono.
Menurutnya, berdasarkan laporan sementara, ada tiga rumah yang mengalami kerusakan di Desa Mangliawan. Sementara di Desa Asrikaton ada delapan rumah rusak, dan di Desa Ampeldento sembilan rumah mengalami kerusakan ringan.