Untuk pemenuhan kebutuhan pokok warga setiap hari, terutama makanan, pihak pemerintah desa/kelurahan diminta mengulurkan bantuan selama lockdown berlangsung. Teknisnya melalui ketua RT di masing-masing.
"Jadi cukup menghubungi RT via ponsel. Apa yang dibutuhkan warga akan diantar dan sesuai protokol kesehatan tidak boleh berkontak erat," kata Anindiya Putra.
Sementara dengan penambahan 34 pasien positif baru, jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Blitar menjadi 93 kasus. Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Blitar Krisna Yekti mengatakan, lonjakan kasus tersebut akibat masih banyak warga Kabupaten Blitar yang menyepelekan Covid-19.
Masih banyak warga yang melakukan kegiatan seperti layaknya situasi normal sebelum terjadi pandemi Covid-19. Banyak warga yang ke mana-mana tidak mengenakan masker dan tidak mematuhi physical distancing. "Masyarakat banyak yang mengabaikan. Seperti ini saja gak papa. Menyepelekan sesuatu yang tidak bisa kita lihat," ujar Krisna Yekti.
Dengan lonjakan 34 kasus baru tersebut, rumah sakit rujukan dan penyangga di Blitar Raya tidak mampu lagi menampung pasien Covid-19 atau overload. Sebagai langkah darurat, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Blitar memakai tiga lokasi sebagai tempat isolasi baru pasien Covid-19. Ketiganya, yakni Gedung LEC (Local Education Center) milik Pemprov Jatim di wilayah Kecamatan Garum, gedung RSUD Srengat yang pembangunannya belum rampung dan Puskesmas Sutojayan.