JAKARTA, iNews.id – Badan Metorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, terjadi 13 gempa susulan hingga pagi ini usai guncangan gempa bumi berkekuatan 6,3 skala richter (SR) di Situbondo, Kamis (11/10/2018) pukul 01.44 WIB.
Gempa susulan terbesar berkekuatan 3,5 SR, sedangkan yang terkecil 2,4 SR. Gempa kecil dengan kekuatan lemah diprediksi masih akan terjadi. Namun menurut BMKG, gempa ini tidak memiliki hubungan pola dengan yang terjadi di Bali maupun Palu.
Kepala Bidang Info Gempa dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, gempa ini dirasakan paling parah di Situbondo dan Sumenep. “Getaran gempa juga dirasakan hingga ke Pulau Bali dan menyebabkan sejumlah bangunan rusak,” ujarnya.
Diketahui dalam peristiwa ini tiga orang tewas. Mereka merupakan warga Sumenep yang sedang tidur saat gempa terjadi sehingga tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan roboh.
BMKG juga merilis, gempa yang terjadi di Situbondo digolongkan sebagai gempa jenis dangkal. "Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal yang diperkirakan akibat aktivitas patahan di zona back arc thrust," kata Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono di Jakarta, Kamis (11/10/2018).