“Itu dulu saya rintis sejak SMA, berjualan kepada teman-teman saat waktu istirahat tapi menggunakan sistem pre-order, gitu. Setelah mendaftarkan diri di UNS dan menunggu pengumuman, (saya) buka usaha dan tidak berekspektasi sebesar ini,” ujar Pandam melalui siaran pers Humas UNS, Kamis (19/5/2022).
Ia mengatakan, dari hasil berjualan mi ayam goreng sudah mampu membiayai kuliah dan operasionalnya sendiri. Pandam menceritakan bahwa ia sudah memiliki tiga outlet Miyago Naknan. Outlet yang terletak di Solo Baru, Kabupaten Sukoharjo memerlukan dana sekitar Rp30 juta untuk pembangunan dua lantai.
“Jadi nanti rencana yang bawah parkiran, atas tempat makan. Karena tempatnya benar-benar di pinggir jalan dan bising,” tutur Pandam.
Mendengar pengakuan Pandam soal besarnya omzet yang ia terima, Bahlil lantas menawarkan diri menjadi investor di Miyago Naknan. Pandam yang terkejut mulanya kebingungan saat ditanya berapa harga saham yang ia tawarkan kepada Bahlil.
Namun, pada akhirnya Bahlil memutuskan berinvestasi sebesar 50 persen untuk Miyago Naknan melalui salah satu anak perusahaannya.