Windu menjelaskan, Si selama ini dikenal kurang bergaul dengan masyarakat namun orang tuanya sering mengikuti kegiatan kemasyarakatan.
Selain menangkap Si, Densus juga mengamankan salah seorang karyawan terduga teroris itu, yakni Sl yang saat penangkapan sedang berjalan bersamanya.
Kepala Urusan Pemerintahan Desa Pasir Wetan, Kabupaten Banyumas, Ali Sambadi mengakui jika Si selama ini jarang berkumpul dengan masyarakat.
"Dia pulangnya malam, jarang bergaul. Penampilannya biasa saja dan istrinya tidak bercadar," katanya di sela-sela penggeledahan tim Densus 88 Antiteror di rumah Si, Desa Pasir Wetan, Kecamatan Karanglewas, Banyumas.
Kendati demikian, pihaknya sudah lama mengawasi gerak-gerik Si yang telah tiga tahun tinggal di rumah yang dibelinya itu. Perangkat desa setempat pernah meminta data keluarga, termasuk kartu tanda penduduknya, namun Si tidak pernah memberikannya. "Dulu pernah menggelar pengajian dengan warga. Dua warga kami yang ikut juga laporan," katanya.