“Kita dengar sebelumnya ada dua orang yang terkena DBD. Setelah kita mendapat surat permohonan dari warga, kita turunkan tim di sini. Sejak pagi kita lakukan fogging, targetnya sebelum sore sudah bisa kita sisir semua rumah-rumah warga,” katanya dikutip Okezone.
Kedatangan tim fogging Perindo itu disambut antusias warga. Mereka memandu trio caleg perempuan Perindo untuk mengasapi lokasi-lokasi yang disinyalir menjadi sarang nyamuk. Memasuki musim hujan, banyak genangan air yang menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.
“Warga berterima kasih kepada Perindo karena telah peduli terhadap kita. Awalnya memang ada warga yang bilang ke saya jika istrinya terserang DBD. Kemudian saya berkoordinasi dengan RT 5 dan Ketua RW untuk minta bantuan kepada Perindo, untuk melakukan fogging,” kata Ketua RT 2/3 Hartono.
Pria yang juga tercatat sebagai caleg Partai Perindo itu menyampaikan, ke depan fogging akan digelar secara periodik untuk mengantisipasi wabah DBD. Meski menjadi kader Perindo, fogging tetap harus dikoordinasikan dengan pengurus partai.
“Nanti untuk fogging selanjutnya akan dilakukan tiap enam bulan atau lima bulan ke depan. Akan terus ada, biar bisa mencegah DBD. Kasihan warga jika fogging baru digelar saat mereka sudah sakit duluan, mencegah lebih baik daripada mengobati,” tandasnya.