Wali Kota Semarang Larang Mudik Lokal, Ini Alasannya

Ahmad Antoni
Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi melarang warganya mudik lokal, namun menghimbau mushola dan masjid menggelar salat Idul Fitri. (Istimewa)

SEMARANG, iNews.id Wali kota Semarang, Hendrar Prihadi menanggapi secara tegas atas polemik terkait persepsi mudik lokal di wilayah aglomerasi pada masa Lebaran. Dia menekankan bahwa di Kota Semarang tidak mengenal istilah mudik lokal. 

Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu tetap kekeuh bahwa aturan tersebut sudah final baginya, untuk dapat mencegah potensi penularan Covid-19 yang mungkin dapat dibawa oleh pemudik. 

"Selama rentang waktu larangan mudik yang ditentukan, dia tetap harus di Semarang. Karena kalau Pemerintah Pusat tanpa pengecualian, Pemerintah Provinsi juga tanpa pengecualian, lalu kalau kita ada pengecualian kan nggak elok," kataHendi, Jumat (7/5/2021). 

"Kita memperhatikan hal yang lebih besar supaya tidak terjadi sebaran Covid yang lebih meluas karena orang-orang dari luar datang ke wilayah tersebut," katanya.

Pengetatan tersebut juga ditegaskan Hendi berlaku bagi jajarannya di Pemerintah Kota Semarang. Baik ASN maupun Non ASN tetap dilarang keluar dari area Kota Semarang.

Editor : Ahmad Antoni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kota Lama Semarang Dikunjungi 222 Ribu Wisatawan selama Libur Lebaran

57 tahun lalu

Macet Parah usai Salat Id, Jalur Arteri Bandung Lumpuh Dipicu Mudik Lokal

57 tahun lalu

Wali Kota Semarang Buka Suara usai Disebut dalam Sidang Korupsi Chromebook

57 tahun lalu

Gubernur Jateng Panggil Wali Kota Semarang dan Bupati Demak Hari Ini Bahas Banjir

57 tahun lalu

Pilkada Jateng, Andika Perkasa dan Hendrar Prihadi Nyoblos di TPS Lempongsari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal