"Saya ini ibunya bu kades, masa terima bantuan. Saya enggak enak. Jadi dikiranya korupsi. Saya alihkan ke yang butuh," katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Ketawis Khabibie mengaku tidak pernah mencatatkan nama istri dan mertuanya. Dia pun langsung berkoordinasi dengan dinas sosial agar keempat nama penerima dicoret dari daftar dan mengalihkan bantuan ke warga yang lebi berhak menerima namun belum terdaftar
"Waktu pengecekan, lah kok nama istri saya masuk. Saya cek lagi dua kali istri saya masih masuk di daftar," ucapnya.
Setelah diusut, data tersebut rupanya mengacu pada daftar tahun 2014. Dia pun meminta agar nama keluarganya dan perangkat desa lain dicoret.
Sesuai data dari dinas sosial Kabupaten Purbalingga, penerima BST sebanyak 22.266 keluarga. Pemkab pun meminta masyarakat ikut mengoreksi dan melaporkan ke desa jika bantuan sosial tunai salah sasaran.