"Baik saya akan undang dulu satu roh gaib untuk masuk ke dalam tubuhnya. Cuman maaf, yang kami undang nanti bukan jin, bukan pula siluman, melainkan roh saudara saya sendiri, satu orang pegang kakinya ya nak ya. Saya akan undang dulu roh untuk masuk ke tubuh ini manusia, bismillahirrahmanirrahim," ujar laki-laki itu di tengah kerumunan warga.
Saat itu pula terdengar suara seperti orang yang berteriak menggema keras yang sepertinya berasal dari pria yang tergeletak di tanah. Tubuh laki-laki yang terbungkus kain itu mulai bergerak, menggeliat dan meronta-ronta. Warga di lokasi pun tampaknya menduga ada roh yang masuk ke tubuh tersebut.
Terlihat suasana semakin mencekam. Laki-laki berpeci hitam ini kemudian takbir dan mulai berdialog dengan laki-laki lain yang tergeletak di tanah.
"Assalamualaikum. Benar kau yang sudah hadir? kau yang sudah datang? kau sudah sampai di tempat ini? ini hari minta dibantu sebentar, untuk mengadakan hiburan diizinkan? dibolehkan?. Ini manusia meminta perubahan jasadnya untuk dipisahkan, ini manusia mau kami tusuki dengan benda tajam, dan darahnya mau kami minumkan pada ini makhluk yang kami bawa, diperbolehkan? betul?. Siapkan penampung darahnya di sebelah sana," kata yang memimpin ritual.
Benar saja, setiap pertanyaan pria tersebut dijawab oleh laki-laki yang ditutupi kain ungu. Suaranya terdengar seperti mengiyakan setiap dialog yang diucapkan.