Rekaman suara Paryanto yang menunjukkan detik-detik sebelum ia dibunuh Paryanto ini sontak membuat netizen merinding. Selain lewat voice note, Paryanto pun sempat mengirim pesan teks untuk anaknya.
"Ini di rumahnya Pak Slamet, buat jaga-jaga kalau umur ayah pendek. Misal ayah tidak ada kabar sampai hari Minggu, datang langsung ke lokasi bersama aparat, “ tulis Paryanto.
Berbekal bukti voice note dari Paryanto inilah, polisi menangkap Mbah Slamet di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.
"Yang pasti, tersangka ini mengaku para korban ini berasal dari beberapa daerah, mulai dari Tasikmalaya, Cirebon, Palembang, Jakarta, Lampung, dan Sukabumi," kata Kapolres Banjarnegara AKBP Hendri Yulianto.
Tersangka Mbah Slamet mengaku bahwa sebelum dikubur hidup-hidup, para korban diberi racun berupa apotas atau obat tidur terlebih dulu.
"Obat itu dicampur ke dalam minuman korban, setelah diminum dan korban sudah tidak bernyawa langsung menggali lubang dan memasukkan korban ke dalam lubang tersebut," ujar Mbah Slamet.