Kepala Kantor SAR Cilacap, M Abdullah, menegaskan bahwa pencarian hari ini melibatkan 512 orang tim SAR gabungan, termasuk Basarnas, TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Sebanyak 155 personel tambahan juga ditempatkan dalam status siaga di pos utama.
“Melibatkan 512 orang di lokasi terjadinya longsor, total keseluruhan 667 personel per hari ini. Dengan mengerahkan 9 ekskavator, 9 anjing pelacak, dan 9 alko atau pompa air,” ujarnya, Sabtu (15/11/2025).
Penguatan armada pencarian ini dilakukan untuk mempercepat identifikasi titik-titik di mana para korban diduga tertimbun material longsor.
Meski pencarian berjalan intensif, tim SAR harus menghadapi berbagai kendala alam. Kondisi tanah di area longsor disebut sangat labil dan rawan bergerak setiap saat.
“Kendala di lapangan pertama cuaca, kondisi tanah labil menjadi kendala bagi personel di lapangan. Ada rekahan tanah di sisi atas,” kata M Abdullah.
Hingga Sabtu siang, operasi pencarian terus diperluas, terutama pada titik-titik yang teridentifikasi sebagai area terparah akibat longsoran besar. Tim gabungan juga memperkuat sistem komunikasi di lapangan untuk memastikan koordinasi tetap efektif di bawah kondisi cuaca yang berubah-ubah.