Hingga hari ini, operasi pencarian menggunakan metode manual dan alat berat terus dimaksimalkan. berbagai upaya lain seperti monitoring geologi, layanan posko, dapur umum, pengaturan lalu lintas, proses pemakaman korban, dan rapat evaluasi harian juga dilakukan.
Pada Kamis (20/11), operasi akan dilanjutkan mencakup pencarian korban, pemantauan geologi, dukungan kesehatan, layanan psikososial, penanganan logistik, serta pendampingan pengungsi. Proses evaluasi harian tetap menjadi bagian dari langkah penanganan terpadu.
Sebanyak 521 personel dikerahkan dalam penanganan darurat Longsor Banjarnegara. Mereka berasal dari BNPB, BPBD, TNI–Polri, tenaga kesehatan, PMI, organisasi masyarakat, relawan, dan dukungan lintas daerah seperti Klaten, Wonosobo, Kebumen, Jepara, dan Pekalongan. Pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi lintas lembaga demi mempercepat pencarian dan pemenuhan kebutuhan warga.