Hasil kaji cepat BNPB menyebut terdapat 182 rumah terdampak Longsor Banjarnegara. Sebanyak 128 unit mengalami rusak ringan, sementara 54 lainnya rusak berat akibat material longsor yang menimpa kawasan pemukiman.
Kerusakan turut terjadi pada infrastruktur desa, mencakup jalan sepanjang sekitar 800 meter, jaringan listrik, saluran irigasi 670 meter, satu unit bendung, dan infrastruktur perpipaan. Sektor ekonomi warga pun terdampak dengan hilangnya 5 ekor sapi, 125 kambing, 14 warung, serta lahan pertanian.
Pada sektor sosial, satu masjid dilaporkan rusak berat dan dua mushola mengalami kerusakan ringan. Pemerintah menyatakan seluruh pendataan dilakukan untuk mempercepat proses penanganan dan verifikasi kebutuhan warga terdampak longsor.
Kebutuhan mendesak penyintas mencakup popok balita, pakaian, perlengkapan mandi, susu anak, hygiene kit, antiseptik, alas tidur, alat kebersihan, serta alat pelindung diri seperti sepatu boot, sarung tangan, dan kacamata keselamatan. Layanan pendampingan psikososial juga menjadi kebutuhan prioritas.
BNPB bergerak cepat memenuhi kebutuhan dasar penyintas sesuai instruksi Kepala BNPB Letjen Suharyanto yang meninjau lokasi sehari sebelumnya. Upaya percepatan bantuan dilakukan untuk memastikan penanganan bencana Longsor Banjarnegara berjalan optimal.