“Modifikasi FLOODECT untuk menggantikan tenaga manusia yang selama ini digunakan untuk mengawasi pintu air di Indonesia. Alat ini dapat otomatis menjaga air agar tidak meluap menjadi banjir,” katanya, sebagaimana dikutip dari situs resmi Unsoed.
Alif mengatakan, Tim Unsoed harus melalui perjuangan yang tidak mudah untuk maju menjadi finalis hingga berhasil meraih medali perak di ajang AYIA. Delegasi Unsoed mesti menyisihkan para peserta lain dan harus lolos seleksi untuk dapat mempresentasikan inovasi mereka.
Setelah berhasil menjadi finalis, Tim Unsoed lalu diundang datang ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk mempresentasikan karya mereka di depan Dewan Juri. Meski lolos, awalnya tim ini tidak menargetkan meraih medali.
“Kami kaget saat akhirnya meraih medali perak karena awalnya kami tidak menargetkan menjadi juara. Namun, kami tetap memberikan yang terbaik dan mengeluarkan seluruh kemampuan kami,” ujarnya.