Sementara itu, Pimpinan BLKK Al Mawaddah, Sofiyan Hadi menyatakan makanan bukan hanya soal rasa, namun juga simbol budaya. Klepon mampu menembus sekat-sekat sosial, budaya, maupun agama. Hal tersebut terbukti klepon dapat menyentuh lidah berbagai macam kelas, tanpa gengsi sosial yang membuatnya menjadi konsumsi semua kalangan.
“Karena itu yang menghujat makanan klepon adalah penghianat sosiokultural,” ujarnya.
Seperti diketahui, postingan kue klepon Tidak Islami mendadak viral dan ramai jadi perbincangan, baik di dunia nyata maupun dunia maya. Beragam komentar pun terus bermunculan dengan berbagai penilaian sejak munculnya postingan yang mengaitkan makanan tradisional itu dengan agama.