Pada awalnya pembuatan Alquran tersebut dilakukan secara manual, sehingga membutuhkan waktu sembilan hari untuk menulis di satu lembar batu. Namun dengan adanya bantuan cutting, satu halaman bisa selesai dalam satu hingga dua hari.
Kesulitannya saat sudah jadi terkadang masih saja ada huruf atau tanda baca yang kurang, sehingga harus diperbaiki lagi. Selain itu kendala lainnya bahan baku saat ini sulit didapat.
“Awalnya saya membiaya sendiri pembuatan mushaf Alquran ini, belakangan mulai banyak deramawan ikut membantu membiayai termasuk juga dari pemerintah daerah Kabupaten Pekalongan ,” ucap Nur.
Membuat Alquran marmer tersebut perlembarnya dibandrol sekitar Rp2,1 juta, jika marmer impor dari Itali. Namun, jika marmer dalam negeri seperti Tulungagung dan Makassar, membutuhkan biaya Rp1,7 juta.
“Jadi total biaya untuk membuat 30 juz Alquran marmer ini menelan biaya lebih dari Rp1 miliar,” ucapnya.