Apalagi, UMKM memegang peranan yang sangat penting dalam proses pemulihan ekonomi mengingat sektor ini memiliki kontribusi 57,14 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) dan menyerap 96,92 persen dari total tenaga kerja.
"UMKM bahkan menjadi buffer dalam berbagai krisis ekonomi karena memiliki tingkat resiliensi yang tinggi. Oleh karena itu, pengembangan UMKM merupakan prasyarat untuk mendorong percepatan pemulihan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi," katanya.
Ia juga berharap program tersebut dapat menggelorakan UMKM di Soloraya, sehingga berdampak pada ekonomi padu, pasar tambah luas, dan kesejahteraan pelaku UMKM meningkat.
"Ini strategi baru kita, pengalaman pandemi. Mengajak kita untuk makin digital," katanya.
Wakil Wali Kota Solo Teguh Prakosa mengatakan, saat ini sudah merupakan era digital. Untuk itu, diperlukan upaya untuk menggerakkan sektor UMKM agar penjualan produk mereka lebih cepat.
"Ini sesuai arahan Presiden, UMKM harus digerakkan agar masyarakat sejahtera," katanya.