Setelah mengunduh, ikuti langkah untuk mengaktifkan akun di KRL Access. Mereka yang ingin mengikuti ujicoba, dapat mengakses menu ambil antrian pada aplikasi. “Menu ambil antrian akan aktif mulai pukul 00:00 WIB setiap harinya. Sehingga pendaftaran hanya dapat dilakukan pada hari yang sama saat perjalanan ujicoba KRL,” ujarnya.
Selanjutnya pada menu ambil antrian, bila kuota peserta masih tersedia, calon peserta dapat memilih stasiun keberangkatan dan jadwal KRL ujicoba yang hendak dinaiki. Pada pilihan jadwal tertera waktu untuk boarding (waktu mulai masuk gate stasiun), dan waktu keberangkatan kereta.
Kemudian lakukan konfirmasi pilihan keberangkatan, dan pastikan muncul tampilan yang mengkonfirmasi bahwa telah berhasil mengambil antrian. Untuk mengikuti ujicoba pada jadwal yang telah dipilih, pastikan datang sesuai waktu boarding dan keberangkatan. Saat memasuki rentang waktu untuk boarding, buka menu check in.
Setelah masuk, maka ada tampilan dengan warna dominan hijau yang menandakan bahwa dapat masuk stasiun dan rangkaian KRL ujicoba. Bila tampilan yang muncul adalah warna dominan merah, artinya belum tiba waktunya masuk stasiun dan rangkaian kereta.
Jika melewati waktu keberangkatan, maka yang akan muncul setelah menu ini diklik adalah tampilan dengan warna dominan merah. Sejumlah aturan pendaftaran juga patut dipahami. Pertama hanya berlaku untuk satu orang. Apabila tiga calon peserta hendak pergi bersama, ketiganya harus memiliki antrian yang sesuai pada aplikasi KRL Access di masing-masing telepon selulernya.
Satu antrian juga berlaku untuk satu perjalanan, tidak berlaku pulang pergi. “Sehingga bila hendak mengikuti ujicoba pulang-pergi, pastikan telah mengambil antrian untuk dua perjalanan (PP),” tuturnya. Guna mencegah satu orang mengambil banyak antrian, setiap akun KRL Access yang digunakan hanya dapat memiliki dua antrian berstatus aktif.
Melalui mekanisme pendaftaran online dan sistem antrian, KAI Commuter memberlakukan kuota peserta ujicoba untuk setiap stasiun. Hal ini dilakukan untuk mencegah kepadatan dan menjaga jarak aman di stasiun maupun kereta. Pihaknya menghimbau masyarakat hanya datang ke stasiun apabila telah mendapatkan kuota peserta dari aplikasi KRL Access.
Selain memiliki jatah antrian, calon peserta juga wajib memiliki tiket yang sesuai untuk naik KRL. Masyarakat dapat menggunakan Kartu Multi Trip (KMT) yang bisa didapatkan di seluruh loket stasiun dengan harga Rp30.000, sudah termasuk saldo Rp10.000. Selain KMT, juga dapat menggunakan kartu uang elektronik dari bank yang sudah bekerja sama KAI Commuter.
Yakni Emoney Mandiri, BRIZZI BRI, Tap Cash BNI, dan Flazz BCA. Setiap KMT atau kartu uang elektronik bank juga hanya berlaku untuk satu orang. Pada masa uji coba, tarif perjalanan yang dikenakan Rp1 untuk setiap perjalanan. Para calon peserta harus mempersiapkan diri untuk mengikuti berbagai protokol kesehatan di stasiun dan kereta.
Protokol kesehatan termasuk pengukuran suhu tubuh, wajib menggunakan masker kain tiga lapis atau masker kesehatan, mencuci tangan sebelum dan sesudah naik KRL, serta menjaga jarak. Melalui ujicoba, KAI Commuter berharap mendapat masukan dari masyarakat untuk terus memaksimalkan layanan KRL.