UGM Temukan Alat Pengolah Limbah Produksi Batik

Kuntadi
Peluncuran alat pengolahan limbah produksi batik oleh UGM (Foto: iNews.id/Kuntadi)

"Alat ini mampu menghasilkan limbah menjadi air yang bersih. Minimal air yang dihasilkan bisa untuk dipakai dalam proses produksi batik," kata Roto usai acara Desa Batik Sehat di rumah produksi batik “Farras” di Gulurejo, Lendah, Kulonprogo, Rabu (22/1/2020).

Menggunakan energi listrik, mesin ini mampu menampung limbah cair dengan kapasitas 50 liter. Sementara elektroda yang terpasang mampu mempercepat endapan limbah batik. Hanya butuh waktu antara 30 hingga 50 menit untuk menghasilkan air yang bisa mendekati dengan ambang baku.

Untuk memproduksi satu alat ini dibutuhkan biaya sekitar Rp100 jutaan. Roto menegaskan, mesin ini bersifat portable alias bisa dipindah-pindah.

"Ke depan kami sempurnakan agar menghasilkan air yang jauh leih baik lagi," ujarnya.

BACA JUGA: Miris, Nenek yang Diseret di Pasar Gendeng Yogyakarta Hidup Sebatang Kara

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gibran Kepergok Blusukan ke Pengusaha Batik di Solo

57 tahun lalu

Parade 1.000 Meter Batik untuk Angkat Pariwisata Mojokerto

57 tahun lalu

Pelajar Taiwan Belajar Membatik di SMA Muhammadiyah Surabaya

57 tahun lalu

Terinspirasi Kabinet RI, Putri Anwar Ibrahim Usul Anggota Parlemen Malaysia Pakai Batik

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal