“Sekitar 30 warga mengungsi ke masjid, setelah suara kentungan yang menjadi alarm pertanda air sungai meluap berbunyi,” kata Catur.
Namun demikian, warga sudah kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan genangan air dan lumpur yang sempat masuk ke rumah mereka.
Warga berharap, Pemerintah Kota Semarang segera membangun tanggul permanen untuk mengantisipasi jebolnya tanggul darurat pada saat hujan lebat.