Tradisi Weh-Wehan di Kaliwungu Kendal, Lebaran Maulud yang Dinanti Warga

Eddie Prayitno
Setiap memasuki bulan Maulud, masyarakat Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah menyambut kelahiran Nabi Muhammad SAW dengan tradisi unik. (Foto: Eddie Prayitno).

“Awalnya berkembang di Desa Krajan Kulon, dan kini hampir seluruh wilayah Kecamatan Kaliwungu turut melestarikan tradisi ini,” ujar Abdul Latif. 

Warga bahkan menyebutnya sebagai Lebaran Maulud karena dirayakan dengan penuh suka cita. Beragam makanan khas tradisional seperti sumpil dan ketan warna-warni turut disajikan dalam perayaan ini. 

Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, yang baru pertama kali menyaksikan langsung tradisi tersebut, bangga dan terharu. Dia bahkan ikut membagikan makanan dan bertukar sajian dengan warga.

“Tradisi ini sarat makna. Selain mengajarkan nilai berbagi, Weh-wehan juga mempererat silaturahmi antarwarga,” kata Dyah.

Tradisi ini dipopulerkan oleh Mbah Akhmad Rukyat, yang menanamkan filosofi tenggang rasa, kebersamaan, dan kepedulian sosial melalui kegiatan saling memberi makanan kepada tetangga. Bagi warga Kaliwungu, Weh-wehan bukan sekadar tradisi, melainkan hari raya yang dirayakan dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gerebeg Maulud, Warga Rebutan 6 Gunungan di Keraton Yogyakarta

57 tahun lalu

Tradisi Grebeg Maulud, Ribuan Warga Berebut Gunungan di Pelataran Masjid Agung Solo

57 tahun lalu

Truk Terseret Banjir Bandang Kali Bodri Kendal hingga Tenggelam, Evakuasi Dramatis 

57 tahun lalu

Kendal Waspada Kemarau Ekstrem Dampak Godzilla El Nino, Kekeringan dan Karhutla Mengintai

57 tahun lalu

Longsor Tebing di Kendal Tutup Aliran Sungai, Banjir Bandang Intai Permukiman Warga

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal