“Tadi api dari gudang bagian belakang, setelah itu meluas. Soalnya di dalam toko kan banyak tumpukan kasur spring bed, meja, kursi, banyak bahan kayu, jadi apinya besar sekali. Warga yang lanjut usia di sini kita ungsikan, soalnya asap pekat bikin nafas sesak mas, “ ujarnya.
Karyawan toko dibantu masyarakat menyelamatkan barang-barang dari dalam toko. Namun masih banyak yang tidak bisa dikeluarkan, lantaran api terlanjur sudah membesar.
Petugas pemadam kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Rembang sempat kewalahan menjinakkan si jago merah, meski seluruh kekuatan armada telah dikerahkan ke lokasi kejadian.
Kepala Satpol PP Kabupaten Rembang, Waluyo menuturkan pihaknya meminta bantuan armada Damkar dari pabrik PT. Semen Gresik di Kecamatan Gunem, Rembang.
“Kita minta bantuan Damkar Semen Gresik, armadanya jauh lebih besar. Untuk yang dari kita sebanyak 3 mobil Damkar dan 3 truk penyuplai air. Kalau masih kurang, kita kontak ke Damkar Blora. Yang jadi kekhawatiran justru tandon air kami, kalau persediaan habis, harus cari ke tempat lain yang lebih jauh, “ ujar Waluyo.
Selama peristiwa kebakaran, akses Jalan Kartini ditutup aparat kepolisian. Meski demikian banyaknya warga yang ingin menyaksikan kebakaran dari dekat, tetap sulit terbendung. Aparat berulang kali menghalau kerumunan warga, supaya hilir mudik mobil pemadam tidak terganggu.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini. Sedangkan nilai kerugian masih dalam penghitungan. Tapi jika melihat banyaknya barang yang terbakar dan kondisi pertokoan, kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah.