Tiga pilar ini sudah dijabarkan dalam perluasan akses pasar, meningkatkan daya saing, pengembangan kewirausahaan, akselerasi pembiayaan dan investasi, kemudahan dan kesempatan berusaha dan koordinasi lintas sektor.
"Kami juga melakukan akselerasi pembiayaan dan investasi dengan memperkuat soft infrastuktur pembiayaan, dan pembiayaan non bank," ucapnya.
Saat ini wirausaha di Indonesia hanya berjumlah 3,47 persen dari jumlah penduduk. Tahun 2021 ditargetkan mencapai 3,64 persen. Jumlah tersebut kata Teten masih sangat kecil dibandingkan dengan wirausaha di negara maju yang mencapai 14 persen.
Deputi Bidang SDM Arif Rahman Hakim mengatakan target wirausaha yang mendapatkan pelatihan tahun 2020 sebanyak 57.700 orang, dengan peningkatan rasio kewirausahaan dari 3,47 menjadi 3,64 persen. Sedangkan rasio wirausaha berbasis peluang menjadi 10,30 persen yang akan dikerjakan dengan lintas kementerian/lembaga.
"Tahun 2021 akan mempriotaskan pelatihan yang mengarah kepada pemecahan masalah/studi kasus dan mulai dilakukan langkah-langkah revitalisasi Balai Latihan Koperasi (Balatkop) sebagai UKM Centre sebaga Centre of Excellent pengembangan KUKM di setiap provinsi," kata Arif.