“Karena ketakutan, akhirnya mereka memutuskan turun lewat jalur Cepit, Pagergunung, Bulu, Temanggung. Tetapi tidak menjumpai jalan setapak (jalur pendakian),” kata Gito.
Karena tersesat, kemudian Muhammad Albar Wildan Aziz mengirim pesan singkat mengenai kondisi mereka kepada personel di basecamp Banaran melalui telepon seluler. Kemudian pada Sabtu (6/7/2019) pukul 17.00 WIB telepon seluler pendaki tersebut sudah tidak bisa dihubungi.
Mendapat informasi tersebut, Basecamp Banaran langsung berkoordinasi dengan BPBD dan SAR Kabupaten Temanggung. Kemudian, Tim Gabungan basecamp Banaran dan basecamp Cepit melakukan penyisiran melalui jalur pendakian Cepit untuk mencari para survivor.
“Akhirnya, survivor di temukan di jalur Cepit pukul 00.30 WIB tepatnya di sekitar Sabrangan (bawah pos 4). Kemudian dievakuasi menuju basecamp Cepit pukul 01.00 WIB. Sampai di basecamp Cepit pukul 02.30 WIB,” papar Gito.