“Kita semua punya keluarga. Sudah pasti takut mendapat ancaman seperti itu. Repotnya nanti, kalau misal ada kasus lagi, kami khawatir mereka enggan ketika kami tugaskan menangani Covid-19. Dampaknya tentu luas,” katanya.
Windu berharap pengirim pesan teror itu meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya. Windu menegaskan dirinya tidak akan membawa kasus itu ke jalur hukum.
“Yang penting dia mau membuat surat pernyataan tidak mengulangi itu sudah cukup. Kami tidak mungkin memenjarakan dia,” katanya.
Artikel ini telah tayang di Solopos.com dengan judul "Tega Banget! Ini Isi Teror Ke Tenaga Kesehatan Di Sragen Yang Tangani Covid-19"