Tega, Ini Isi Ancaman yang Diterima Tenaga Kesehatan di Sragen
“Perawat itu kebetulan bertugas dalam tracking atau mencari daftar nama warga yang sempat kontak langsung dengan pasien positif Covid-19 berdasar tes swab," ujar Windu dikutip Solopos.com, Senin (1/6/2020).
Windu menyesalkan ada teror kepada tenaga kesehatan di Sragen yang menangani Covid-19. Sebagai seorang wanita yang tinggal sendiri setelah suaminya meninggal dunia, ancaman teror itu tentu membuat sang perawat takut.
Perawat itu sempat masuk kerja pada Jumat dan Sabtu, namun dia harus bolak-balik ke Mapolsek Kedawung untuk dimintai keterangan polisi. Bahkan pada Minggu pagi, tenaga kesehatan di Sragen itu juga masih dimintai keterangan oleh polisi.
“Setelah dapat laporan dari nakes itu, terus terang kami kaget. Ancaman teror itu justru melemahkan kita sebagai nakes. Selama ini kita sudah jenuh, lelah, dan khawatir dengan risiko. Tapi kok malah dapat ancaman seperti itu,” ujar Windu.
Menurut dia, teror bukan hanya menyangkut masalah perorangan. Teror tersebut membuat takut semua tenaga kesehatan yang bertugas menangani Covid-19. Dia khawatir ancaman teror itu justru membuat tenaga kesehatan enggan bekerja.