Dihubungi terpisah, tokoh masyarakat Desa Lodan Wetan sekaligus Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Lodan Wetan, Hazim menuturkan, selama ini hubungan masyarakat antara Lodan Wetan dengan Lodan Kulon yang saling bertetangga, secara umum tidak pernah muncul masalah mencolok. Bahkan kehidupan sehari-hari terbilang rukun. Dia menilai tawuran yang terjadi Kamis malam hanya melibatkan sekelompok anak-anak muda.
"Kita saling bersaudara, lha wong kalau pas salat Jumat, warga Lodan Wetan dan Lodan Kulon jadi satu ya biasa kok. Justru masyarakat kedua desa ya kaget kalau ada peristiwa tawuran itu," katanya.
Hazim berharap kejadian tawuran yang memakan korban jiwa ini, tidak terulang lagi. "Saya berharap nggak ada lagi, muda-mudahan kejadian yang terakhir," ujar Hazim.
Sementara itu, jenazah Kasidin, korban tawuran dimakamkan di pemakaman umum Desa Lodan Wetan, Jumat siang (31/7/2020), seusai salat Jumat. Kasus tersebut saat ini masih ditangani oleh aparat kepolisian setempat.