Takut Kena Covid-19 usai dari Bali, Warga Ini Rogoh Rp1,3 Juta untuk Rapid Test

Ahmad Antoni
Ilustrasi rapid test (Foto: iNews.id)

Herry menilai, biaya tersebut terbilang mahal. Sayanganya biaya itu juga tidak dicover BPJS Kesehatan.

“Habis biaya segitu ya mahal mas. Saya punya BPJS tapi di RS tersebut tidak bisa dipakai dengan alasan biaya tidak bisa dicover dengan BPJS,” ujar warga Jalan Wonodri Baru, KelurahanWonodri, Semarang Selatan ini.

Menurutnya, kalau memang rapid test itu bisa memutus mata rantai penularan virus corona, semestinya biaya bisa ditanggung pemerintah. Apalagi jika tes mandiri biayanya cukup mahal.

“Selama ini mungkin masyarakat tahunya kalau mau rapid test bayarnya mahal, makanya banyak masyarakat yang menolak di-rapid test,” katanya.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

57 tahun lalu

Mantan Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Korupsi APD Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal