“Tanpa rasa curiga karena kebetulan antara AF dan korban satu organisasi, korbapun datang memenuhi undangan dari pelaku,” katanya.
Setelah bertemu, korban meminta maaf karena tak jadi membeli burung jenis love bird. Bukannya menanggapi permohonan maaf dari E, AF justru melayangkan bogem mentah kearah korban.
Melihat AF memukul korban, bukannya memisah, rekan-rekan AF justru ikut-ikut memukul korban secara bersama-sama. Bahkan meski korban sudah terjatuh tubuhnya diinjak-injak, hingga tulang rahangnya patah dan kepalanya berdarah.
"Korban berinisial NES (21) warga Demangan, Jumantono, mengalami patah tulang dan memar di beberapa bagian," kata Kapolres saat konfrensi pers di Mapolres Karanganyar, Selasa (16/3/2021).
Setelah puas menganiyaya korban, lanjut dia, para pelaku meninggalkan E yang sudah tersingkir tidak berdaya. Untungnya warga yang melihat kondisi itu langsung membawa korban ke Rumah Sakit Dr Oen Solo.